Adi Jek Bantah Jadi Koordinator PETI di Suhaid

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

Rakyatpos.id,Kalbar – Isu aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sungai Rambut dan Lubuk Besar, Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali mencuat ke permukaan. Sejumlah laporan media menyebutkan adanya dugaan keterlibatan sejumlah tokoh lokal dalam praktik ilegal tersebut, termasuk menyebut nama Adi Jek sebagai koordinator kegiatan PETI.

Namun, Adi Jek dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyampaikan klarifikasi langsung kepada media.

“Saya ingin mengklarifikasi terkait pemberitaan mengenai aktivitas PETI yang di sebut-sebut di koordinir oleh saya. Itu sama sekali tidak benar dan sangat merugikan nama baik saya,” ujar Adi Jek dalam pernyataannya kepada media, Selasa (18/6).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa dirinya hanyalah seorang pekerja biasa yang mengandalkan penghasilan harian untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

“Saya ini cuma kerja biar bisa beli beras buat anak dan istri. Bukan saya yang ngatur-ngatur atau jadi donatur seperti yang di beritakan,” tambahnya.

Klarifikasi ini di sampaikan Adi Jek setelah munculnya laporan media yang menyebut namanya bersama dua tokoh yang di sebut sebagai tuan tanah, yakni H. Bs dan H. Rs. Kedua tokoh tersebut di duga memiliki pengaruh besar terhadap jalannya praktik PETI di kawasan tersebut.

Sebelumnya, beredar juga rekaman suara dari salah satu warga setempat berinisial O, yang menyebut keterlibatan para tuan tanah dalam mengatur upeti dan distribusi keuntungan dari aktivitas pertambangan ilegal tersebut. Namun, tidak ada bukti konkret yang menguatkan tuduhan bahwa Adi Jek memiliki peran sentral dalam kegiatan itu.

“Memang benar di lokasi itu banyak yang kerja. Tapi bukan saya yang jadi koordinatornya. Saya ini cuma kerja ikut orang,” jelasnya lagi.

Adi Jek menyayangkan pemberitaan yang ia anggap tidak berimbang dan terkesan menyudutkan dirinya tanpa verifikasi.

“Media seharusnya bijak dan memverifikasi informasi sebelum menaikkan berita. Jangan sampai menyebabkan kegaduhan di masyarakat. Kalau seperti ini, saya dan keluarga yang kena dampaknya,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia juga berharap aparat penegak hukum bisa menindak tegas pelaku sebenarnya di balik praktik PETI yang terus merusak lingkungan dan mengganggu ketertiban masyarakat di wilayah Suhaid.

“Saya mendukung penertiban PETI oleh pihak berwenang. Tapi jangan sampai orang yang tidak bersalah malah di jadikan kambing hitam,” tegas Adi Jek.

Berita Terkait

Aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid Kembali Marak
Aktivitas PETI di Ujung Said Masih Berlangsung
Aksi Cepat Tanggap Wawali Kota Gorontalo Menemui Korban Kebakaran

Berita Terkait

Selasa, 23 September 2025 - 07:28 WIB

Aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid Kembali Marak

Selasa, 24 Juni 2025 - 12:53 WIB

Aktivitas PETI di Ujung Said Masih Berlangsung

Rabu, 18 Juni 2025 - 11:44 WIB

Adi Jek Bantah Jadi Koordinator PETI di Suhaid

Rabu, 28 Mei 2025 - 15:55 WIB

Aksi Cepat Tanggap Wawali Kota Gorontalo Menemui Korban Kebakaran

Berita Terbaru

Uncategorized

Aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid Kembali Marak

Selasa, 23 Sep 2025 - 07:28 WIB

Suasana Suhaid tambang emas

Breaking News

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh

Selasa, 23 Sep 2025 - 05:56 WIB

Breaking News

Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi

Jumat, 4 Jul 2025 - 10:36 WIB