Rakyatpos.id – Pohuwato. Perusahaan Biomassa Grup, yang terdiri dari PT Inti Global Laksana (IGL), PT Bayan Tumbuh Lestari (BTL), dan PT Biomassa Jaya Abadi (BJA), menyatakan keprihatinannya terhadap bencana banjir yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Wonggarasi, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Melalui program CSR bertajuk “Biomassa Peduli”, perusahaan turun langsung menyalurkan bantuan berupa peralatan rumah tangga kepada warga terdampak di Desa Tuweya dan Desa Bohusami.
“Bencana banjir ini terjadi di luar kendali kita semua. Tidak ada yang menginginkan kejadian seperti ini. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan berharap kondisi masyarakat bisa segera pulih seperti sedia kala,” ujar Zunaidi, Manajer Community Development Officer (CDO) Biomassa Grup, Rabu (25/6/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Zunaidi menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan diharapkan mampu meringankan beban masyarakat serta membantu mempercepat pemulihan aktivitas harian warga. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendoakan keselamatan warga terdampak dan agar terhindar dari bencana serupa di masa mendatang.
Aksi cepat Biomassa Grup ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Pohuwato, H. Iwan S. Adam. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian perusahaan terhadap masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada manajemen Biomassa Grup atas bantuannya. Semoga kontribusi ini dapat membantu masyarakat yang terdampak dan perusahaan bisa terus maju serta ikut memajukan daerah,” ucapnya.
Ucapan serupa juga disampaikan oleh pemerintah desa setempat. Bantuan yang datang dinilai sangat berarti di tengah situasi sulit yang dialami warga.
Dalam kesempatan tersebut, Biomassa Grup juga memberikan penjelasan terbuka mengenai aktivitas operasional dan pendekatan tata kelola lingkungan dalam proses pembukaan lahan.
PT IGL, disebutkan, hingga saat ini belum memulai proses pembukaan lahan. Berdasarkan citra satelit, areal Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan masih berupa hutan alam yang rapat. Di sisi lain, PT BTL telah memulai tahap awal pembukaan lahan yang langsung diikuti dengan penanaman tanaman energi berupa pohon gamal.
“Setiap satu hektare lahan ditanami 5.000 pohon gamal dengan jarak tanam 1×2 meter. Dalam waktu tiga bulan, tajuk daunnya sudah saling bertemu sehingga kanopi pohon menahan air hujan sebelum menyentuh tanah,” jelas Zunaidi.
Ia menambahkan bahwa tajuk dan cabang tanaman berperan menyerap air hujan untuk mencegah aliran permukaan (runoff). Selain itu, sistem perakaran pohon yang sejajar dengan tajuk mampu mengikat tanah secara alami dan menurunkan risiko erosi.
Tanaman gamal juga tidak dicabut saat panen, sehingga struktur tanah tetap terjaga. Pendekatan ini, menurutnya, sejalan dengan prinsip konservasi dan menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mencegah bencana ekologis.
“Kami melakukan pembukaan lahan dengan tetap mengacu pada ketentuan perundang-undangan lingkungan hidup. Salah satunya dengan menjaga sempadan sungai, yakni minimal 50 meter dari anak sungai dan 100 meter dari sungai induk,” tegas Zunaidi.
Ia juga memastikan bahwa pihak perusahaan siap menunjukkan bukti-bukti di lapangan terkait implementasi praktik konservasi yang dijalankan.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan, Biomassa Grup berharap langkah ini tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga memperkuat sinergi bersama masyarakat dan menjaga kelestarian alam di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Penulis : ABDUL BASID A TUDA


















