Aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid Kembali Marak

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di duga Ada Pungutan Ratusan Juta per Minggu

Rakyatpost.id,Kalbar – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali marak.

Informasi ini di ungkapkan oleh akun Facebook bernama Raden Wijaya yang menyoroti aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Desa Tanjung Harapan dan Desa Tanjung, Kecamatan Suhaid.

Dalam unggahan tersebut di sebutkan, aktivitas tambang emas ilegal terpusat di aliran Sungai Batang Suhaid dan sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akun fb Raden Wijaya

Terlihat ratusan lanting tambang berjejer di sungai dan beroperasi tanpa izin resmi.

“Tambang ilegal ini bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga merugikan negara karena kekayaan alam di kuras tanpa memberikan kontribusi,” tulis Raden Wijaya di media sosialnya.

Sebelumnya, warga, aktivis lingkungan, hingga akademisi kerap menyuarakan penolakan terhadap PETI di kawasan tersebut. Namun, penambangan tetap berjalan bahkan kian terang-terangan.

Lebih jauh, dalam unggahan tersebut juga disebutkan adanya dugaan praktik pungutan dari para pengurus yang mengendalikan jalannya aktivitas PETI.

Para penambang tradisional di sebut di minta membayar biaya keamanan sebesar Rp500 ribu per lanting setiap minggu. Dengan estimasi 200 lanting yang beroperasi, setoran yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp100 juta per minggu.

Tidak hanya itu, ada pula dugaan pungutan lain berkedok pembentukan koperasi. Para pekerja di wajibkan membayar iuran sebesar Rp150 ribu per lanting serta menyerahkan KTP.

“Kami sangat terganggu dengan adanya aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid. Jika di biarkan, akan mengancam kehidupan anak cucu kami, karena limbah yang di buang ke sungai sangat berbahaya,” ujar seorang warga yang enggan di sebutkan namanya, di kutip dari unggahan Raden Wijaya.

Warga tersebut juga menuding uang hasil pungutan tidak pernah benar-benar digunakan untuk kepentingan penambang. “Uang itu di pakai pengurus untuk membangun rumahnya sendiri. Kalau aparat penegak hukum tidak percaya, silakan cek langsung rumah pengurus,” tambahnya.

Dalam unggahan itu turut di cantumkan sejumlah nama yang di duga menjadi otak pengurus aktivitas PETI, di antaranya YP , SL, SN, IG, Pde, IB, Bg, dan Gunawan.

 

Berita Terkait

Aktivitas PETI di Ujung Said Masih Berlangsung
Adi Jek Bantah Jadi Koordinator PETI di Suhaid
Aksi Cepat Tanggap Wawali Kota Gorontalo Menemui Korban Kebakaran

Berita Terkait

Selasa, 23 September 2025 - 07:28 WIB

Aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid Kembali Marak

Selasa, 24 Juni 2025 - 12:53 WIB

Aktivitas PETI di Ujung Said Masih Berlangsung

Rabu, 18 Juni 2025 - 11:44 WIB

Adi Jek Bantah Jadi Koordinator PETI di Suhaid

Rabu, 28 Mei 2025 - 15:55 WIB

Aksi Cepat Tanggap Wawali Kota Gorontalo Menemui Korban Kebakaran

Berita Terbaru

Uncategorized

Aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid Kembali Marak

Selasa, 23 Sep 2025 - 07:28 WIB

Suasana Suhaid tambang emas

Breaking News

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh

Selasa, 23 Sep 2025 - 05:56 WIB

Breaking News

Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi

Jumat, 4 Jul 2025 - 10:36 WIB