Lemito Sering Diterjang Banjir, Wahyu Pilobu Minta Pemda Perkuat Pengawasan

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakyatpos.idPohuwato. Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Bencana ini semakin menguatkan kekhawatiran masyarakat terkait kerusakan lingkungan yang terus terjadi akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), ilegal logging, serta dugaan pembiaran terhadap operasi perusahaan-perusahaan yang merusak hutan dan daerah aliran sungai (DAS).

Hujan deras yang mengguyur kawasan Lemito sejak dini hari menyebabkan sungai-sungai di daerah tersebut meluap. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam, akses jalan terganggu, serta lahan pertanian warga terendam air.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini bukan kali pertama banjir menerjang Lemito. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, kejadian serupa terus berulang dengan intensitas yang semakin parah.

Salah seorang Pemuda Lemito, Wahyu Pilobu menilai, banjir yang terus menerus melanda Lemito tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga merupakan dampak dari rusaknya tutupan hutan di wilayah hulu.

Aktivitas PETI dan ilegal logging disebut sebagai penyebab utama rusaknya ekosistem yang selama ini berfungsi sebagai penyangga air. Parahnya, aktivitas tersebut masih marak terjadi tanpa pengawasan yang serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Ini bukan lagi sekadar bencana, ini adalah bukti nyata bahwa negara abai. Hutan rusak, sungai tercemar, dan rakyat yang menanggung akibatnya,” ujar Wahyu Pilobu yang juga merupak Kabid Advokasi AMMPL

Selain PETI dan ilegal logging, Wahyu pun menyoroti perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Lemito yakni PT. Inti Global Grup.

Ia menduga  perusahaan tersebut telah melakukan pembukaan lahan dan kegiatan eksploitasi alam tanpa memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan.

Maka dari itu, Wahyu Pilobu mendesak Pemda Pohuwato dan APH untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha, memperkuat pengawasan, dan menghentikan seluruh aktivitas ilegal yang merusak lingkungan.

“Sudah saatnya pemerintah menunjukkan keberpihakan pada rakyat dan lingkungan, bukan pada kepentingan investasi yang merusak,” pungkasnya.

Berita Terkait

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh
Diduga Langgar Prinsip Good Governance, Proyek Desa Molosipat Utara Terancam Dilaporkan
Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi
Diduga Tak Laksanakan Kewajiban Plasma, Fitra Ramadhan Pertanyakan Komitmen HTI Grup
Penyalur APMS PT. DSJ Bantah Tuduhan Penyelewengan BBM
BEM Prov ke Mana Saat Rakyat Menjerit? Wahyu Pilobu Kritik Sikap Mahasiswa yang Terlambat Bersuara
Biomassa Grup Tanggap Bencana, Salurkan Bantuan dan Tegaskan Komitmen Lingkungan di Pohuwato
Aktivitas PETI di Kapuas hulu, warga pertanyakan Sikap APH

Berita Terkait

Selasa, 23 September 2025 - 05:56 WIB

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh

Kamis, 10 Juli 2025 - 11:19 WIB

Diduga Langgar Prinsip Good Governance, Proyek Desa Molosipat Utara Terancam Dilaporkan

Jumat, 4 Juli 2025 - 10:36 WIB

Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi

Minggu, 29 Juni 2025 - 16:40 WIB

Diduga Tak Laksanakan Kewajiban Plasma, Fitra Ramadhan Pertanyakan Komitmen HTI Grup

Rabu, 25 Juni 2025 - 16:45 WIB

BEM Prov ke Mana Saat Rakyat Menjerit? Wahyu Pilobu Kritik Sikap Mahasiswa yang Terlambat Bersuara

Berita Terbaru

Uncategorized

Aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid Kembali Marak

Selasa, 23 Sep 2025 - 07:28 WIB

Suasana Suhaid tambang emas

Breaking News

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh

Selasa, 23 Sep 2025 - 05:56 WIB

Breaking News

Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi

Jumat, 4 Jul 2025 - 10:36 WIB