Rakyatpos.id, Pohuwato – Di saat warga resah melihat alam mereka rusak, satu nama oknum kepala desa di Kec. Dengilo berinisial IM alias Iskandar, justru diduga ikut bermain tambang ilegal dan memiliki dua alat berat merk Kobelco yang beroperasi dilokasinya.
Ibarat raja kecil di atas tanah rusak, sang kades disebut-sebut bukan hanya menutup mata terhadap aktivitas tambang liar, tapi malah turut jadi pemain utama.
Alat berat yang selama ini hilir-mudik mengeruk bukit ternyata, menurut pengakuan warga yang minta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa Alat Berat jenis Kobelco tersebut merupakan milik oknum Kepala desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Itu bukan alat orang luar, itu punya si Ayahanda, dan kami tahu juga kenapa tambang-tambang ini tidak pernah disentuh hukum,” ungkap warga Dengilo sembari menunjuk Excavator yang sedang beraktivitas.
Sementara itu, kondisi lingkungan di Dengilo semakin mengenaskan. Sungai yang dulu jadi sumber air bersih kini berubah menjadi saluran lumpur. Lahan pertanian terkubur sedimen. Hutan dibabat tanpa ampun. Tapi di tengah semua itu, suara mesin ekskavator terus meraung siang dan malam.
“Kalau bukan karena dilindungi oknum pejabat , mana mungkin tambang liar bisa sebebas ini? Pasti dia (IM) yang kasih izin,” tambahnya.
Yang membuat warga makin marah, bukan sekadar karena tambang ilegal itu berlangsung terang-terangan, tapi karena pemimpinnya sendiri diduga ikut menghisap keuntungan dari kehancuran kampung mereka. Tak hanya melanggar hukum, tapi juga menginjak nurani.
“Sebagai seorang pemimpin seharusnya jaga kampung, bukan malah ambil bagian untuk menambah kehancuran. Ini jelas adalah pengkhianatan terhadap rakyat,” ujarnya dengan nada kesal.
Kini, masyarakat Dengilo menuntut aparat penegak Hukum dan Pemerintah Daerah Kab. Pohuwato untuk segera menyelidiki dugaan keterlibatan oknum Kades dalam Aktivitas Ilegal tersebut. Jika terbukti, masyarakat meminta agar Oknum Kades tersebut diberikan sanksi yang seberat-beratnya.
Saat dimintai Klarifikasi, Oknum Kades berinisial IM Alias Iskandar menyebutkan bahwa dirinya tidak terlibat dalam Aktivitas tersebut.
“Saya tidak punya alat, saya tidak punya lokasi,” jelas IM.


















