Orangutan Jantan Dewasa Ditranslokasikan ke Hutan Lindung Gunung Tarak

- Jurnalis

Sabtu, 10 Mei 2025 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Orangutan Jantan  Sedang Di evakuasi

Foto: Orangutan Jantan Sedang Di evakuasi

Rakyatpos.idKetapang,— Upaya penyelamatan satwa kembali dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bekerja sama dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ketapang Selatan.

Satu individu orangutan jantan dewasa yang sempat memasuki area perkebunan warga di Dusun Sumber Priangan, Desa Simpang Tiga Sembelangaan, Kabupaten Ketapang, telah berhasil ditranslokasikan ke Hutan Lindung Gunung Tarak.

Orangutan tersebut sebelumnya dilaporkan beberapa kali memakan buah-buahan milik warga seperti jambu, kelapa, dan nanas.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menindaklanjuti laporan itu, tim dari Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI melakukan verifikasi di lapangan dan memutuskan untuk mengevakuasi satwa tersebut demi menghindari konflik antara manusia dan orangutan.

Proses penyelamatan dilakukan dengan pembiusan oleh tim medis YIARI. Orangutan yang diperkirakan berusia 20–30 tahun dengan berat sekitar 60–65 kg itu sempat diperiksa secara menyeluruh. Ditemukan luka lama pada tangan kiri dan kerusakan gigi, namun kondisi umum dinyatakan cukup baik untuk kembali dilepasliarkan ke alam.

Pelepasliaran dilakukan di Hutan Lindung Gunung Tarak yang secara ekologis dinilai cocok dan memiliki populasi orangutan yang relatif rendah. Kawasan ini juga terkoneksi langsung dengan Taman Nasional Gunung Palung, habitat penting bagi orangutan Kalimantan.

Perjalanan ke lokasi pelepasliaran memakan waktu sekitar tujuh jam dan melibatkan masyarakat sekitar yang turut membantu membawa kandang ke dalam hutan. Orangutan menunjukkan respons positif dengan segera menjauh ke dalam hutan, menandakan kesiapan untuk hidup mandiri.

Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul, menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam pelestarian satwa liar. “Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar bagi masa depan keanekaragaman hayati Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KPH Ketapang Selatan, Kuswadi, mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kelestarian Hutan Lindung Gunung Tarak sebagai habitat penting bagi berbagai jenis satwa.

Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, juga menyatakan bahwa translokasi ini merupakan bentuk respons cepat terhadap potensi konflik manusia dan satwa liar, serta bagian dari upaya menjaga kelestarian biodiversitas di Kalimantan Barat.

Penulis : Kusmana

Editor : Kusmana

Sumber Berita : Ketapang, Kalimantan Barat

Berita Terkait

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh
Diduga Langgar Prinsip Good Governance, Proyek Desa Molosipat Utara Terancam Dilaporkan
Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi
Diduga Tak Laksanakan Kewajiban Plasma, Fitra Ramadhan Pertanyakan Komitmen HTI Grup
Penyalur APMS PT. DSJ Bantah Tuduhan Penyelewengan BBM
BEM Prov ke Mana Saat Rakyat Menjerit? Wahyu Pilobu Kritik Sikap Mahasiswa yang Terlambat Bersuara
Biomassa Grup Tanggap Bencana, Salurkan Bantuan dan Tegaskan Komitmen Lingkungan di Pohuwato
Aktivitas PETI di Kapuas hulu, warga pertanyakan Sikap APH
Satu individu orangutan jantan dewasa yang sempat memasuki area perkebunan warga di Dusun Sumber Priangan, Desa Simpang Tiga Sembelangaan, Kabupaten Ketapang, telah berhasil ditranslokasikan ke Hutan Lindung Gunung Tarak.

Berita Terkait

Selasa, 23 September 2025 - 05:56 WIB

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh

Kamis, 10 Juli 2025 - 11:19 WIB

Diduga Langgar Prinsip Good Governance, Proyek Desa Molosipat Utara Terancam Dilaporkan

Jumat, 4 Juli 2025 - 10:36 WIB

Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi

Minggu, 29 Juni 2025 - 16:40 WIB

Diduga Tak Laksanakan Kewajiban Plasma, Fitra Ramadhan Pertanyakan Komitmen HTI Grup

Rabu, 25 Juni 2025 - 16:45 WIB

BEM Prov ke Mana Saat Rakyat Menjerit? Wahyu Pilobu Kritik Sikap Mahasiswa yang Terlambat Bersuara

Berita Terbaru

Uncategorized

Aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid Kembali Marak

Selasa, 23 Sep 2025 - 07:28 WIB

Suasana Suhaid tambang emas

Breaking News

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh

Selasa, 23 Sep 2025 - 05:56 WIB

Breaking News

Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi

Jumat, 4 Jul 2025 - 10:36 WIB