Miris, Oknum Anggota Polri Berinisial FM Diduga Telantarkan Dan Tipu Anak Kandung Demi Lolos Secapa

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025 - 03:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.idBolaang Mongondow. Kasus dugaan penelantaran anak kembali mencuat. Kali ini melibatkan seorang oknum anggota Polri berinisial FM alias Fandra Mokodompit yang diduga telah menelantarkan anak kandungnya dari hasil pernikahan dengan NP (Noviani Paputungan) selama lebih dari 12 tahun, (8/6).

Kasus ini sebelumnya sempat mereda setelah adanya kesepakatan yang dibuat oleh FM sendiri yang berjanji akan memperbaiki sikap dan tanggung jawabnya sebagai ayah. Dalam kesepakatan itu, FM meminta agar persoalan ini tidak lagi dimuat di media daring apa pun. Namun, janji tersebut kini disebut tidak ditepati, sehingga pihak keluarga kembali angkat bicara.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

NP, ibu dari anak bernama Zhasqia F. Mokodompit, menyampaikan kekecewaannya atas ingkar janji FM yang dinilainya hanya memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi.

“FM mengaku menyesal dan sempat meminta maaf kepada anak kami. Namun semua itu ternyata hanya sandiwara untuk menyelamatkan namanya sendiri karena akan mengikuti pelatihan SECAPA (Sekolah Calon Perwira),” ungkap NP.

NP mengaku sempat menandatangani surat pernyataan hasil Mediasi FM untuk membatalkan pemberitaan yang sempat tayang di media daring Faktanews.com. Ia juga mengaku menerima tawaran FM untuk menyerahkan uang Rp10 juta bagi anak mereka, namun bukan karena nilai uang tersebut, melainkan demi kebaikan psikologis dan masa depan anak.

Lebih lanjut, NP menyebut FM dan istrinya, FS alias Frigita Suma, Diduga telah memanipulasi situasi dengan mendatangi keluarga besar, termasuk lurah setempat, untuk meyakinkan bahwa perkara ini telah diselesaikan.

Namun kenyataan berkata lain. Menurut NP, anak mereka justru mendapat perlakuan tidak pantas ketika berada di rumah FM. Mulai dari interogasi isi ponsel pribadi oleh ibu tirinya, hingga pernyataan menyakitkan dari FM yang sempat mengusir anak kandungnya sendiri dan menyebut “kamu bukan anakku lagi.”

“Apakah ini yang disebut penyesalan? Anak saya malah makin tertekan secara mental dan emosional. FM bahkan pernah menelepon saya dengan nada tinggi dan kata-kata kasar,” jelas NP dengan suara bergetar.

Caption : FM Alias Fandra Mokodompit

Karena merasa dilecehkan dan dibohongi, NP menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk menuntut keadilan bagi anaknya. Ia juga akan memperbaiki narasi pernyataan yang dinilai menyesatkan publik dan akan melaporkan FM ke instansi terkait.

“Saya akan melanjutkan perkara ini ke pengadilan, termasuk membuat aduan ke instansi perlindungan anak, dan jika perlu, saya mohon atensi langsung dari Bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo untuk memperhatikan hak dan keadilan anak saya,” tegas NP.

Ia menegaskan bahwa perjuangan ini bukan untuk dirinya pribadi, melainkan demi masa depan dan martabat anaknya yang selama ini tidak mendapatkan haknya sebagai anak kandung dari seorang anggota aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diterbikan, pihak Rakyatpos.id masih terus berusaha untuk menghubungi terduga.

Penulis : Redaktur

Editor : Editor 01

Berita Terkait

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh
Diduga Langgar Prinsip Good Governance, Proyek Desa Molosipat Utara Terancam Dilaporkan
Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi
Diduga Tak Laksanakan Kewajiban Plasma, Fitra Ramadhan Pertanyakan Komitmen HTI Grup
Penyalur APMS PT. DSJ Bantah Tuduhan Penyelewengan BBM
BEM Prov ke Mana Saat Rakyat Menjerit? Wahyu Pilobu Kritik Sikap Mahasiswa yang Terlambat Bersuara
Biomassa Grup Tanggap Bencana, Salurkan Bantuan dan Tegaskan Komitmen Lingkungan di Pohuwato
Aktivitas PETI di Kapuas hulu, warga pertanyakan Sikap APH

Berita Terkait

Selasa, 23 September 2025 - 05:56 WIB

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh

Kamis, 10 Juli 2025 - 11:19 WIB

Diduga Langgar Prinsip Good Governance, Proyek Desa Molosipat Utara Terancam Dilaporkan

Jumat, 4 Juli 2025 - 10:36 WIB

Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi

Minggu, 29 Juni 2025 - 16:40 WIB

Diduga Tak Laksanakan Kewajiban Plasma, Fitra Ramadhan Pertanyakan Komitmen HTI Grup

Rabu, 25 Juni 2025 - 16:45 WIB

BEM Prov ke Mana Saat Rakyat Menjerit? Wahyu Pilobu Kritik Sikap Mahasiswa yang Terlambat Bersuara

Berita Terbaru

Uncategorized

Aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid Kembali Marak

Selasa, 23 Sep 2025 - 07:28 WIB

Suasana Suhaid tambang emas

Breaking News

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh

Selasa, 23 Sep 2025 - 05:56 WIB

Breaking News

Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi

Jumat, 4 Jul 2025 - 10:36 WIB