Mengenal Sosok DD: Sang Pemain Tambak hingga Tambang Ilegal di Pohuwato

- Jurnalis

Sabtu, 14 Juni 2025 - 05:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakyatpos.idPohuwato. Sosok berinisial DD Alias Dodi belakangan ini menjadi buah bibir di kalangan masyarakat dan aktivis lingkungan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Pria yang sebelumnya dikenal sebagai “pengusaha tambak sukses”, kini disorot karena dugaan keterlibatannya dalam aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) yang kian merajalela di wilayah barat Provinsi Gorontalo tersebut.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

DD bukanlah nama baru di jagat bisnis lokal. Ia memulai kiprah sebagai pengelola tambak udang dan ikan dengan jaringan usaha yang cukup luas. Namun kini terungkap dugaan keterlibatannya dalam aktivitas pertambangan ilegal di kawasan yang secara hukum tergolong hutan lindung dan daerah aliran sungai kritis.

Dari Tambak ke Tambang

Beberapa warga di Kecamatan Wanggarasi dan sekitarnya mengaku heran dengan lonjakan kekayaan DD dalam kurun dua tahun terakhir.

“Dulu dia hanya urus tambak. Tapi sekarang sudah masuk tambang. Banyak alat berat yang katanya milik dia juga,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, sejumlah saksi mata di lapangan juga menyebut DD kerap terlihat mengoordinasi aktivitas tambang di beberapa titik rawan salah satunya diwilayah DAM, bahkan disebut memiliki kedekatan dengan oknum aparat keamanan dan pejabat desa untuk melancarkan operasinya.

“Kalau DD sudah masuk, berarti aman. Begitu yang sering kami dengar dari para pekerja tambang,” ungkap sumber internal dari salah satu lokasi tambang.

Skema Rapi dan Dugaan Setoran

Jejak DD dalam bisnis tambang ilegal ditengarai tak berjalan sendiri. Ia disebut-sebut menjadi bagian dari skema besar yang melibatkan oknum pejabat lokal, pengusaha alat berat, hingga operator penadah emas.

“Setorannya lancar, jadi tak tersentuh hukum,” kata salah satu aktivis lingkungan, yang selama ini memantau aktivitas PETI di kawasan tersebut.

Mirisnya, meski kerusakan lingkungan kian mengkhawatirkan, aparat penegak hukum dinilai setengah hati dalam melakukan penindakan. Banyak pihak menilai, DD menjadi contoh nyata dari betapa mudahnya “bisnis gelap” dilegalkan lewat jaringan kuasa dan uang.

Panggilan untuk APH dan Pemda

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Peduli Lingkungan (AMMPL) mendesak agar penegak hukum tidak tutup mata terhadap praktik PETI yang dikoordinir oleh DD.

Mereka juga meminta Pemerintah Daerah Pohuwato bersikap tegas dan tidak menjadi bagian dari pembiaran kolektif yang berdampak pada kerusakan alam dan konflik sosial di tengah masyarakat.

“Jika negara kalah oleh pemain seperti DD, maka kerusakan akan terus diwariskan pada generasi selanjutnya. Harus ada sikap tegas dari semua pihak,” tegas Kabid Advokasi AMMPL.

Hingga Berita ini diterbitkan awak media telah menghubungi DD melalui whatsapp 08219677xxxx namun belum mendapat balasan.

Penulis : Redaktur 01

Berita Terkait

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh
Diduga Langgar Prinsip Good Governance, Proyek Desa Molosipat Utara Terancam Dilaporkan
Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi
Diduga Tak Laksanakan Kewajiban Plasma, Fitra Ramadhan Pertanyakan Komitmen HTI Grup
Penyalur APMS PT. DSJ Bantah Tuduhan Penyelewengan BBM
BEM Prov ke Mana Saat Rakyat Menjerit? Wahyu Pilobu Kritik Sikap Mahasiswa yang Terlambat Bersuara
Biomassa Grup Tanggap Bencana, Salurkan Bantuan dan Tegaskan Komitmen Lingkungan di Pohuwato
Aktivitas PETI di Kapuas hulu, warga pertanyakan Sikap APH

Berita Terkait

Selasa, 23 September 2025 - 05:56 WIB

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh

Kamis, 10 Juli 2025 - 11:19 WIB

Diduga Langgar Prinsip Good Governance, Proyek Desa Molosipat Utara Terancam Dilaporkan

Jumat, 4 Juli 2025 - 10:36 WIB

Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi

Minggu, 29 Juni 2025 - 16:40 WIB

Diduga Tak Laksanakan Kewajiban Plasma, Fitra Ramadhan Pertanyakan Komitmen HTI Grup

Rabu, 25 Juni 2025 - 16:45 WIB

BEM Prov ke Mana Saat Rakyat Menjerit? Wahyu Pilobu Kritik Sikap Mahasiswa yang Terlambat Bersuara

Berita Terbaru

Uncategorized

Aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid Kembali Marak

Selasa, 23 Sep 2025 - 07:28 WIB

Suasana Suhaid tambang emas

Breaking News

PETI Marak di Sungai Batang Suhaid, Warga Keluhkan Air Keruh

Selasa, 23 Sep 2025 - 05:56 WIB

Breaking News

Polsek Silat Hilir Berantas PETI di Desa Perigi

Jumat, 4 Jul 2025 - 10:36 WIB